SIDEBAR

Medulla Sinculasis: Kritis di Tengah Kemerosotan Budaya

0 comments
Dec 22 2017
Post's featued image.

Tubuhmu terus melemah, sementara ia tumbuh semakin menguat. Ideologi kontra ideologi, jelas tak efektif. Ia hanya melahirkan semacam benturan-benturan, dengan resiko yang lebih besar pada pihak yang tersubordinasi.” Hal—67. Novel Medulla Sinculasis; Suatu Hari di Bulan Desember diakui penulis sebagai ketidakpuasan atas naskahnya sendiri dalam pertunjukan teater berjudul Selarian. Selarian memuat cerita besar tentang adat kawin lari atau merarik di Lombok.  Di Medulla sinculasis, cerita itu menjadi begitu berkembang-bercabang pada berbagai persoalan sosial, terutama yang terjadi di Lombok. Cerita bermula dari rasa janggal Nuruda terhadap lembaga donor tempat ia bekerja. Baginya, kepragmatisan dan pola hidup hedonistik di lembaga itu tidak […]

READ MORE

Telembuk, Pembacaan Realitas yang Dilupakan

0 comments
Dec 22 2017

Hampir semua teman-teman desa saya badung, beberapa ada yang sudah masuk penjara,”  terangnya. Terhadap pekerja seksual, masyarakat terbiasa menyumpah-serapah. Menganggap bahwa itu pekerjaan yang hina dan jauh dari Tuhan. Pekerja seksual kemudian dikucilkan dari masyarakatnya. Terhadap para pekerja seksual, masyarakat menempatkan diri pada posisi yang jauh lebih suci di atasnya, tanpa ingin memahami alasan apa menjadi pekerja seksual. Bertolak-belakang dari stigma masyarakat, novel Telembuk: Dangdut dan Kisah Cinta yang Keparat sama sekali tidak menghakimi pekerja seksual, atau telembuk—panggilan pekerja seksual khas Indramayu. Novel tersebut justru mengupas perjalanan hidup seorang telembuk, mengapa ia sampai memilih menjadi telembuk. Bertempat di Aula Student […]

READ MORE

Teater Satusaka: Inisiasi Musikal sebagai Penggubah Naskah

0 comments
Dec 21 2017

Termotivasi dari pertunjukan Malam Jahanam yang disajikan dengan tari Kecak di Bali. Membuat semakin yakin bahwa Malam Jahanam bisa dipentaskan dengan cara yang berbeda.” Dalam rangka Studi Pentas, Teater Satusaka mempersembahkan sebuah pertunjukan Malam Jahanam karya Motinggo Boesje 1959, naskah realis yang menceritakan perselingkuhan dan ketidakperdulian. Pementasan yang berlangsung Sabtu 16 Desember 2017, mampu mencuri perhatian berbagai kalangan. Kisah roman Malam Jahanam sangatlah pas buat kaum muda—dalam hal ini adalah mahasiswa. Malam itu, mereka sangatlah antusias terhadap pementasan ini. Pertunjukan yang disutradarai oleh Abimanyu ini agak berbeda. Malam Jahanam yang merupakan naskah realis berubah menjadi drama musikal. Dialog para aktor […]

READ MORE

Puisi Kesaksian: Membaca Jejak-Jejak Perjalanan Bachrum Bunyamin

0 comments
Dec 17 2017
Post's featued image.

Mengapa si kakek renta masih saja terkekeh ria Tertawa dalam dunianya yang hampir tumbang usia Tapi, flamboyan tua pun masih berbunga juga Karya sastra merupakan cerminan dari sebuah realitas kehidupan sosial masyarakat. Sebuah karya sastra yang baik memiliki sifat-sifat yang abadi dengan memuat kebenaran-kebenaran hakiki yang selalu ada selama manusia masih ada (Sumardji, 1979). Pendapat lain mengatakan bahwa sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial (Damono, 2002). Sastra pula menjadi sebuah catatan kesaksian atas beberapa rangkaian peristiwa pada waktu tertentu. Maka dari itu, seorang sastrawan kadangkala mencoba memberi makna atau mengisyaratkan tanda-tanda, petunjuk ataupun praduga. […]

READ MORE

Geliat Dunia Sastra Kampus Putih

0 comments
Dec 14 2017
Post's featued image.

… selalu ada sekelompok orang yang menepi dari hiruk-pikuk untuk menempuh apa yang disebut Robert Frost sebagai jalan sunyi yang jarang dilalui orang, untuk merenungkan hidup dan kehidupan, lalu menuliskannya dalam bentuk susunan kata yang disebut puisi”   Pada tanggal 15 November 2015, koran Merapi Pembaruan memuat sebuah artikel “Sastra Kampus Putih: Ladang Subur Tanpa Petani”, yang ditulis Aly D Musyrifa. Penyair sekaligus mantan ketua Teater Eska tahun 1988-1990 tersebut bercerita tentang geliat sastra dan kesenian yang berkembang di Yogyakarta, khususnya di UIN Sunan Kalijaga. Sejarah itu bermula pada tahun 1970. Diawali dengan berdirinya sebuah kelompok “Limited Edition” di mana […]

READ MORE

Ngobrolin Mitos dan Modernitas bersama Kriss Budiman

0 comments
Dec 12 2017
Post's featued image.

Dan sekarang ini, kita juga ditakutkan oleh mitos tentang kesuksesan di masa depan, kita pun diharuskan sekolah, menabung, dan bekerja, biar sukses. Ini semua mitos modernitas.” Sabtu malam, 02 Desember 2017, kafe “The Point Coffee & Drama” yang terletak di Jl. Demangan Baru, Depok, Sleman, Yogyakarta, disulap oleh Teater Tangga menjadi ruangan Talk Show. Dalam kesempatan tersebut, komunitas yang berasal dari UMY itu mengangkat tema “Mitos dan Modernitas”. Menurut penyelenggara, acara ini diselenggarakan untuk mendukung pentas produksi yang direncanakan setengah bulan lagi, dengan tema yang sama. Setelah acara dimulai dengan pembacaan puisi, moderator mulai berbicara dan memberi pertanyaan. Sambil merokok […]

READ MORE

Menunggang Kapai-Kapai, Kupu-Kupu Melintasi Ruang Kuliah

0 comments
Dec 11 2017

Arifin C. Noer selalu mengaktualisasi zamannya. Jadi ketika membaca atau membawakan naskah Arifin, kami perlu mengaktualisasi zaman kami sendiri.”   Ada yang tidak saya bayangkan di pentas Kupu-Kupu. Saya tidak menemukan Abu dan tokoh lainnya dari Kapai-Kapai, tetapi saya justru melihat tujuh mahasiswa dan sekian masalah yang melumuri keseharian mereka. Kapai-Kapai yang telah berubah menjadi Kupu-Kupu, meskipun tidak sepenuhnya lenyap, betul-betul lebur dalam rupa kehidupan mahasiswa yang sangat dekat dengan saya dan penonton sekalian. Dan alih-alih menikmati dialog berat ala naskah Arifin, yang memantul dari paggung adalah curhatan mahasiswa soal biaya kuliah, pasangan, masa depan, dan sebagainya. Curhatan itu muncul […]

READ MORE

Kesederhanaan, Masa Lalu & Sikap Hidup

0 comments
Dec 10 2017
Post's featued image.

Tapi puisi tak menampung kata-kata. Ia menampung diriku,” katamu.   Bagi penyair, puisi tidak hanya untaian kata-kata yang sepintas dibaca kemudian hilang terbawa angin. Juga tidak hanya rangkaian kata-kata yang ditulis begitu saja tanpa makna. Tetapi, puisi bagi mereka adalah jalan panjang untuk merenungkan kehidupan. Adalah jalan sunyi menyelami kedalaman hati. Tempat merekam dan merawat segala kenangan. Begitu pun dalam buku antologi puisi Ombak Negeri Legenda yang ditulis oleh Aly D. Musyrifa.  Terdapat puisi yang berjudul “Debur Ombak Puisimu”, puisi yang ditujukan untuk mengenang Ahmad Syubbanuddin Alwy, salah satu pendiri komunitas Studi Apresiasi Sastra (SAS) pada 1987, tempat ia mendalami […]

READ MORE

Vertikal-Horizontal Harus Selesai

0 comments
Dec 02 2017
Post's featued image.

Engkau telah berhasil memperbarui kehidupan manusia dengan cara yang paling sempurna. Membunuh. —Tough-Out   Dari waktu ke waktu, karya sastra selalu berkejaran untuk melahirkan dirinya. Kita bisa menemukan, di toko-toko buku, bertumpuk-tumpuk buku yang memuat sekumpulan puisi dan cerpen. Kita temukan juga novel atau roman di sana. Selalu saja ada yang baru pertama dicetak. Di hari-hari tertentu, koran-koran juga menyediakan ruang untuk karya sastra. Akan tetapi, jarang sekali kita menemui karya sastra berupa naskah drama, apalagi dalam satu buku himpunan. “Tak Ada Bintang Di Dadanya”, yang juga merupakan salah satu judul naskah di dalamnya, adalah buku yang menghimpun naskah drama […]

READ MORE
X