SIDEBAR

Rotasi Kedai Kopi Terhadap Pemenuhan Hasrat Konsumen

0 comments
Sep 18 2018
Post's featued image.

  Lantas logika bisnis seperti apakah yang harus digunakan pemilik Kedai Kopi untuk memenuhi pelanggan seperti mereka?   Taruhlah para mahasiswa-mahasiswi UIN Yogya yang setiap hari memenuhi kedai-kedai kopi di Sorowajan Baru, yang berbondong-bondong atau satu per satu menuju kedai, lalu membuat firqoh, atau menepi sendiri, dan bahkan hanya sekedar merebahkan kepala dan tertidur berbantal tas yang dibawanya adalah pelanggan Kedai Kopi yang paling lumrah di Yogya. Konsumer seperti mereka setidaknya memiliki tujuan (1) melepas penat, (2) mengisi jam kosong kuliah, (3) menerima tamu luar kota (4) menyelesaikan tugas, tentu perihal WiFi, (5) kopdar antar komunitas game, ideologi, kesenian, atau […]

READ MORE

Jalan Raya, dan Kisah Lain-lainya

0 comments
Jan 21 2018

Di jalan raya, perilaku dan tabiat manusia cenderung muncul apa adanya.”   Rahman berjalan kaki dari Tugu Yogya hingga Alun-alun Utara dengan bekal sebilah pena dan secarik kertas—era sekarang, ia cukup membawa telepon genggam, duduk di bawah pohon beringin alun-alun dan menulis kejadian yang baru saja dilalui. Setelah itu, ia bergegas menyusuri trotoar menuju halte transjogja. Namun karena waktu masih pagi, ia masuk ke Keraton dan lanjut ke Taman Sari. Esoknya ia menyalin peristiwa itu dengan sedikit dramatis, dan diberi judul Peristiwa di Jalan Raya. Menurutnya judul tersebut tidak kekinian, lalu ia ubah menjadi Jalan Raya, dan Kisah Lain-lainnya, mungkin […]

READ MORE

Medulla Sinculasis: Kritis di Tengah Kemerosotan Budaya

0 comments
Dec 22 2017
Post's featued image.

Tubuhmu terus melemah, sementara ia tumbuh semakin menguat. Ideologi kontra ideologi, jelas tak efektif. Ia hanya melahirkan semacam benturan-benturan, dengan resiko yang lebih besar pada pihak yang tersubordinasi.” Hal—67. Novel Medulla Sinculasis; Suatu Hari di Bulan Desember diakui penulis sebagai ketidakpuasan atas naskahnya sendiri dalam pertunjukan teater berjudul Selarian. Selarian memuat cerita besar tentang adat kawin lari atau merarik di Lombok.  Di Medulla sinculasis, cerita itu menjadi begitu berkembang-bercabang pada berbagai persoalan sosial, terutama yang terjadi di Lombok. Cerita bermula dari rasa janggal Nuruda terhadap lembaga donor tempat ia bekerja. Baginya, kepragmatisan dan pola hidup hedonistik di lembaga itu tidak […]

READ MORE

Puisi Kesaksian: Membaca Jejak-Jejak Perjalanan Bachrum Bunyamin

0 comments
Dec 17 2017
Post's featued image.

Mengapa si kakek renta masih saja terkekeh ria Tertawa dalam dunianya yang hampir tumbang usia Tapi, flamboyan tua pun masih berbunga juga Karya sastra merupakan cerminan dari sebuah realitas kehidupan sosial masyarakat. Sebuah karya sastra yang baik memiliki sifat-sifat yang abadi dengan memuat kebenaran-kebenaran hakiki yang selalu ada selama manusia masih ada (Sumardji, 1979). Pendapat lain mengatakan bahwa sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial (Damono, 2002). Sastra pula menjadi sebuah catatan kesaksian atas beberapa rangkaian peristiwa pada waktu tertentu. Maka dari itu, seorang sastrawan kadangkala mencoba memberi makna atau mengisyaratkan tanda-tanda, petunjuk ataupun praduga. […]

READ MORE

Geliat Dunia Sastra Kampus Putih

0 comments
Dec 14 2017
Post's featued image.

… selalu ada sekelompok orang yang menepi dari hiruk-pikuk untuk menempuh apa yang disebut Robert Frost sebagai jalan sunyi yang jarang dilalui orang, untuk merenungkan hidup dan kehidupan, lalu menuliskannya dalam bentuk susunan kata yang disebut puisi”   Pada tanggal 15 November 2015, koran Merapi Pembaruan memuat sebuah artikel “Sastra Kampus Putih: Ladang Subur Tanpa Petani”, yang ditulis Aly D Musyrifa. Penyair sekaligus mantan ketua Teater Eska tahun 1988-1990 tersebut bercerita tentang geliat sastra dan kesenian yang berkembang di Yogyakarta, khususnya di UIN Sunan Kalijaga. Sejarah itu bermula pada tahun 1970. Diawali dengan berdirinya sebuah kelompok “Limited Edition” di mana […]

READ MORE

Kesederhanaan, Masa Lalu & Sikap Hidup

0 comments
Dec 10 2017
Post's featued image.

Tapi puisi tak menampung kata-kata. Ia menampung diriku,” katamu.   Bagi penyair, puisi tidak hanya untaian kata-kata yang sepintas dibaca kemudian hilang terbawa angin. Juga tidak hanya rangkaian kata-kata yang ditulis begitu saja tanpa makna. Tetapi, puisi bagi mereka adalah jalan panjang untuk merenungkan kehidupan. Adalah jalan sunyi menyelami kedalaman hati. Tempat merekam dan merawat segala kenangan. Begitu pun dalam buku antologi puisi Ombak Negeri Legenda yang ditulis oleh Aly D. Musyrifa.  Terdapat puisi yang berjudul “Debur Ombak Puisimu”, puisi yang ditujukan untuk mengenang Ahmad Syubbanuddin Alwy, salah satu pendiri komunitas Studi Apresiasi Sastra (SAS) pada 1987, tempat ia mendalami […]

READ MORE

Vertikal-Horizontal Harus Selesai

0 comments
Dec 02 2017
Post's featued image.

Engkau telah berhasil memperbarui kehidupan manusia dengan cara yang paling sempurna. Membunuh. —Tough-Out   Dari waktu ke waktu, karya sastra selalu berkejaran untuk melahirkan dirinya. Kita bisa menemukan, di toko-toko buku, bertumpuk-tumpuk buku yang memuat sekumpulan puisi dan cerpen. Kita temukan juga novel atau roman di sana. Selalu saja ada yang baru pertama dicetak. Di hari-hari tertentu, koran-koran juga menyediakan ruang untuk karya sastra. Akan tetapi, jarang sekali kita menemui karya sastra berupa naskah drama, apalagi dalam satu buku himpunan. “Tak Ada Bintang Di Dadanya”, yang juga merupakan salah satu judul naskah di dalamnya, adalah buku yang menghimpun naskah drama […]

READ MORE

Moralitas Gaspar

0 comments
Nov 26 2017
Post's featued image.

Semua orang terlahir untuk menjadi keparat dan siapa pun yang berkata sebaliknya pastilah delusional atau, kalau tidak, ya pendusta kelas berat.”   “Moralitas Gaspar.” Judul besar resensi buku 24 Jam Bersama Gaspar yang ditulis oleh Habiburachman, anggota aktif Teater Eska, tercetak tebal besar di halaman 24 koran Kompas edisi Sabtu, 2 September 2017. Buku karya penulis pemenang unggulan Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tahun 2016, Sabda Armandino ini menceritakan mengenai tiga laki-laki, tiga perempuan dan satu motor yang berencana merampok sebuah toko emas. Sebagaimana resensi lain tentang buku ini, yang paling diandalkan menjadi bahasan utama adalah mengenai jenis moralitas […]

READ MORE

Syair Jahiliah Sebagai Bukti Eksistensi Sastra Arab Klasik

0 comments
Nov 18 2017
Post's featued image.

:Wahai malam yang tak bertepi! Kenapa tak juga pergi Meski pagi telah mengusirmu berulangkali” ~Manusia dan Serigala, Umru Ul-Qois     Apakah Anda menganggap zaman jahiliah adalah masa di mana orang-orang di dalamnya diklaim bodoh? Tentunya, banyak sekali yang beranggapan zaman jahiliah di sini adalah zaman di mana semua orang di dalamnya dibaluti kebodohan; walaupun jika ditilik dari makna Jahala-Yujhilu itu sendiri memang benar berarti bodoh. Tetapi perlu diluruskan lagi penamaan jahiliah ini karena didalamnya penuh dengan kemarahan, dendam, dan jika kita ulik perilaku-perilaku kabilah Arab saat itu mencerminkan bahwa mereka kurang mampu mengolah akal pikirannya. Selain itu orang-orang jahiliah […]

READ MORE
X