SIDEBAR

Hamlet; Perebutan Kekuasaan, Dendam, dan Skenario Pembunuhan

0 comments
Sep 24 2018
Post's featued image.

 

Tuhan telah memberimu satu wajah, tapi kau melukis wajah yang lain. kau sungguh lucu dan tidak masuk akal.” Umpat Hamlet yang sedang berpura-pura gila pada Ophelia.

“Tuhan telah memberimu satu wajah, tapi kau melukis wajah yang lain. Kau sungguh lucu dan tidak masuk akal.” Umpat Hamlet yang sedang berpura-pura gila. Ia dan Ophelia bercekcok karena sebuah pernyataan Ophelia tentang kecantikan cinta yang telah kehilangan pesonanya. Hamlet terus meracau dan melemparkan umpatan, seakan dia tahu apa yang dikatakan dan semua gerak-gerik Ophelia adalah siasat dari  Raja Cladius, Polinius dan Ibu Hamlet, yang sedang mencari jawaban kenapa Hamlet tiba-tiba gila.

Gila pura-pura Hamlet disebabkan kemunculan arwah ayahnya, yang menceritakan kematiannya yang tidak lumrah. Dalam kemunculannya itu, ayahnya berpesan supaya dendamnya dibalaskan pada pamannya, Cladius, yang saat itu telah mengambil alih kerajaan, dan menikahi istrinya, sekaligus ibu Hamlet, yang sangat dicintainya.

Kematian ayahnya yang disusul penikahan ibunya dengan Cladius, membuat hamlet dirundung duka yang dalam. Tapi, pada saat kemunculan arwah sang ayah, Hamlet mendapat suatu kepercayaan untuk menjalankan pesan sang ayah dengan mengatur strategi ‘berpura-pura gila’ dan sebuah skenario pembunuhan seperti yang telah diceritakan arwah sang ayah.

Hamlet mencari aktor terbaik dari seluruh belahan negeri; menjelaskan skenario yang telah dirancang dengan baik. Suatu hari skenario itu ia tunjukkan di hadapan Cladius. Nafas Cladius tersengal-sengal, wajahnya mengguratkan kegelisan, ia curiga dan merasa mengenal cerita yang sedang dipertunjukkan di hadapannya.

Cladius menyadari kalau Hamlet telah mengetahui perbuatannya. Ia membuat siasat pembunuhan Hamlet dengan cara mengadu-dombanya dengan Laertes. Laertes menyetujui hasutan Cladius untuk duel pedang dengan Hamlet. Laertes waktu itu sedang menyimpan dendam pada Hamlet, orang yang telah membunuh ayahnya dan penyebab adiknya, Ophelia, menjadi gila hingga mati tenggelam di sungai.

Duel antara Hamlet dan Laertes pun terjadi. Hamlet terkena goresan pedang Laertes yang telah diberi racun oleh Claudius. Hamlet membalas menusuk Laertes dengan pedang yang telah ditukar dengan milik Laertes. Mereka semua mati. Begitu juga dengan ibu Hamlet. Di tengah-tengah menyaksikan pertarungan itu, ia meminum air beracun yang disiapkan Claudius, yang seharusnya diminum oleh Hamlet.

Begitulah drama klasik Hamlet Tragedi Pangeran Denmark karya William Shakespeare yang melintas di atas panggung; dendam, perebutan kekuasaan, dan sebuah skenario pembunuhan, membuahkan sejarah kelam bercampur darah melumuri kerajaan Denmark. Kisah Hamlet, mengangkat peristiwa, budaya, dan rutinitas kerajaan yang ditulis William Shakespeare di tahun 1599-1601 ini, mampu ditampilkan ulang melalui pola Ungkap Aktor, Set, dan Kostum yang menarik kembali penonton ke masa itu.

Setelah pertunjukan Hamlet Drama Musikal Tragedi Pangeran Denmark Hamlet yang berlangsung di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pada Sabtu-Minggu, 6-7 Juli 2018 oleh mahasiswa jurusan teater Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang mencampurkan beberapa elemen berupa, tari, rupa dan musik yang mendominasi berlangsungnya drama, naskah Hamlet kembali dipentaskan dengan sederhana dan terkesan manis oleh Teater Pandora, mahasiswa jurusan Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga pada Jum’at, 21 September 2018 di Societet Militair, Taman Budaya Yogyakarta dalam rangka memenuhi ujian mata kuliah Dramaturgy dan Dramatic Performance.

Teater Pandora sendiri sudah mementaskan beberapa naskah drama luar negeri sejak tahun 2013, tetapi nama Pandora ditetapkan sejak tahun 2017 yang pada waktu itu menggelar pentas dengan naskah Metamorfosa, Black cat and sleepy hollow.

Naskah Hamlet dipilih karena naskah-naskah karya William Shakespeare memang sering dikaji di lingkaran mahasiswa Sastra Inggris “Selain rekomendasi dari dosen pembimbing, naskah Hamlet ini juga rumit dan kami tertantang untuk mementaskannya, kami ingin mengenalkan dan memperkaya interpretasi tentang Hamlet ini.” Ungkap Ananda Eka Putri, salah satu mahasiswa yang menjadi sutradara.[]

_____

Pewarta: Khoirul Mt

Sumber Foto: Miladia Nur Aini

Judul pertunjukan: Hamlet Tragedi Pangeran Denmark // Karya: William Shakespeare // Sutradara: Ananda Eka Putri// Tanggal Pertunjukan: Jum’at, 21 September 2018 // Tempat: Societet Militair, Taman Budaya Yogyakarta.

Submit a Comment

X