SIDEBAR

Teater Satusaka: Inisiasi Musikal sebagai Penggubah Naskah

0 comments
Dec 21 2017

Termotivasi dari pertunjukan Malam Jahanam yang disajikan dengan tari Kecak di Bali. Membuat semakin yakin bahwa Malam Jahanam bisa dipentaskan dengan cara yang berbeda.”

Dalam rangka Studi Pentas, Teater Satusaka mempersembahkan sebuah pertunjukan Malam Jahanam karya Motinggo Boesje 1959, naskah realis yang menceritakan perselingkuhan dan ketidakperdulian. Pementasan yang berlangsung Sabtu 16 Desember 2017, mampu mencuri perhatian berbagai kalangan. Kisah roman Malam Jahanam sangatlah pas buat kaum muda—dalam hal ini adalah mahasiswa. Malam itu, mereka sangatlah antusias terhadap pementasan ini.

Pertunjukan yang disutradarai oleh Abimanyu ini agak berbeda. Malam Jahanam yang merupakan naskah realis berubah menjadi drama musikal. Dialog para aktor adakalanya disampaikan dengan cara dilagukan. Abi Manyu mengungkapkan bahwa sejak awal ingin mencoba hal lain dalam menggarap Malam Jahanam ini.

“Karena bagi saya Malam Jahanam merupakan naskah realis yang paling mudah dan saya bosan melihat pementasan Malam Jahanam yang begitu-begitu aja, sejak awal di pementasannya selalu begitu, dan saya ingin berbeda,” papar Abi Manyu.

Termotivasi dari pertunjukan Malam Jahanam yang disajikan dengan tari Kecak di Bali. Membuat semakin yakin bahwa Malam Jahanam bisa dipentaskan dengan cara yang berbeda. Pada pementasan tersebut drama musikal menjadi pilihan karena konsentrasi anggota Satusaka adalah musik dan sutradara hanya memberikan gagasan, selebihnya dipasrahkan ke pemain.

“Sebab bagi saya, sutradara itu ada dua. ‘Teater sutradara’ di mana semua gerak-gerik aktor, musik dan artistik adalah harus sesuai dengan keinginan sutradara. Beda dengan ‘Sutradara teater’, di mana dia hanya memberikan gagasan lalu sisanya dipasrahkan kepada pemain. Dan saya adalah yang kedua,” ungkap Abi Manyu selaku sutradara.

Aktor dalam pementasan ini terdiri dari lima tokoh utama yang pertama Jeni, dia merupakan seorang yang introver, pendiam, dan suka akan kesendirian. Kedua, Jatmiko, dia adalah sahabat dari Jeni, dalam pementasan ini dia seorang yang kaya raya, sombong, dan banyak menghabiskan waktu dengan burung peliharaannya. Ketiga, seorang wanita cantik dan memesona, bernama Leona, merupakan istri dari Jatmiko. Keempat, adalah sosok idiot dan hiperaktif yakni Mira. Dan yang terakhir adalah seorang Hansip yang selalu membawa kentongan di tanganya.

Teater Satusaka adalah sebuah lembaga kegiatan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang bergerak di bidang seni pertunjukan, khususnya Teater. Sebelumnya bernama BOMF Seni dan Budaya yang berdiri pada tahun 2012, kemudian menjadi Satusaka pada tahun 2016. []

 

_____

Pewarta: Sholihur Rahman

Judul pertunjukan: Malam Jahannan // Karya: Teater Satusaka // Sutradara: Abi Manyu // Tanggal pertunjukan: Sabtu 19.30, 16 Desember 2017 // Tempat: Parkiran Terpadu, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Sumber foto: Teater Satusaka

Submit a Comment

X